Apoteker Indonesia Belum Penuhi Kebutuhan Medis

apoteker Indonesia belum penuhi kebutuhan medis

Mengerti kah Kamu, tiap bertepatan pada 25 September senantiasa diperingati bagaikan Hari Apoteker Sejagat? Profesi apoteker bisa jadi belum begitu menemukan banyak atensi dari warga. Sementara agen sbobet apoteker memegang peranan berarti dalam melindungi kesehatan warga. Akibatnya apoteker Indonesia belum penuhi kebutuhan medis.

Apoteker merupakan orang yang meracik obat bersumber pada formula dari dokter buat memulihkan kesembuhan penderita dari penyakit serta melindungi badan senantiasa sehat. Apoteker pula mempunyai kuasa buat mengganti tipe obat setimpal dengan keadaan penderita. Karena apoteker yang memahami serta menguasai tipe obat.

Dikala ini jumlah apoteker di Indonesia telah menggapai lebih dari 40 ribu orang. Tetapi nyatanya, jumlah itu belum lumayan buat penuhi kebutuhan apoteker di sarana pelayanan kesehatan spesialnya bidang kefarmasian. Bagi Wakil Sekretaris Jalinan Apoteker Indonesia( IAI), Dra. R. Dettie Yuliati, Meter. Sang., Apt, tenaga apoteker masih sangat diperlukan oleh puskesmas serta rumah sakit

” Jumlah puskesmas di segala Indonesia dikala ini menggapai 9 ribu sekian, tetapi baru 30% yang terpenuhi( terdapat apoteker). Begitu pula dengan rumah sakit yang umumnya jumlah apoteker bergantung bed. Di rumah sakit besar perlu 11- 12 orang apoteker, tetapi kadangkala masih kurang,” ucap Dettie dikala ditemui Okezone dalam suatu kegiatan di Jakarta baru- baru ini.

Dipaparkan olehnya, terdapat banyak aspek yang membuat jumlah tenaga apoteker saat ini ini masih kurang. Jumlah apoteker Indonesia belum penuhi kebutuhan medis.  Salah satunya merupakan mereka yang lulus dari sekolah kefarmasian memilah jadi entrepreneur sehingga mempunyai industri sendiri ataupun bekerja di bidang lain. Dettie meningkatkan, sebanyak 70- 80 persen apoteker berjenis kelamin wanita yang terkadang susah memperoleh izin bekerja kala berkeluarga.

Oleh karenanya, IAI bekerja sama dengan Dirjen Kefarmasian serta Perlengkapan Kesehatan Departemen Kesehatan dan dinas kesehatan kabupaten/ kota buat menempatkan apoteker di puskesmas. Dengan begitu diharapkan kebutuhan apoteker bisa terpenuhi.

” Dalam persyaratan akreditasi puskesmas itu wajib tercantum terdapat apotekernya. Jadi upaya kita merupakan supaya puskesmas penuhi persyaratan tersebut,” pungkas Dettie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *