Tersangka Hoaks Asrama Papua Ditahan Polisi

tersangka Hoaks Asrama Papua ditahan polisi

Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap dua tersangka terkait insiden di asrama siswa Papua (AMP), Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur selama 20 hari ke depan. Tersangka pertama Tri Susanti melaporkan kasus-kasus penyebaran alias penipuan dan penipuan kebencian. [ada akhirnya tersangka Hoaks Asrama Papua ditahan polisi selama 20hari.

Sedangkan tersangka kedua adalah Samsul Arifin atas dugaan kasus rasisme. Kedua tersangka ditangkap selama 20 hari berikutnya. Dari tangan kedua tersangka, penyelidik telah menyita serangkaian bukti.

“Kami memastikan bahwa tersangka Tri Susanti, termasuk tersangka lain, Samsul Arifin, telah deposit judi pulsa ditangkap hari ini. Penangkapan pertama dalam 20 hari ke depan,” kata Wakil Kepala Polisi Jawa Timur, sang jenderal, pada hari Selasa. oleh Brigade Toni Harmanto (03/09/2019).

Menurut Toni, penyidik ​​menangkap dua tersangka karena tiga pertimbangan dalam hukum pidana. Pertama dikhawatirkan kejahatan itu diulang, kekhawatiran kedua adalah menghilangkan bukti.

“Dan yang ketiga terkait dengan menghambat proses investigasi dan para tersangka Hoaks Asrama Papua ditahan polisi,” kata Toni.

Untuk tersangka, Tri Susanti akan didakwa dengan pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang amandemen UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE, dan / atau pasal 160 KUHP dan / atau pasal 14 ayat (1) dan / atau ayat (2) dan / atau pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sementara tersangka Samsul Arifin akan dituduh atas UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.