Bahaya Atau Tidaknya Dengan Gigi Gingsul

bahaya atau tidaknya dengan gigi gingsul

Tidak semua orang giginya tumbuh secara rapi dan teratur. Ada orang-orang yang giginya tumbuh berantakan, jarang-jarang, atau tumbuh tidak di tempat yang semestinya layaknya gigi gingsul. Dengan bahaya atau tidaknya dengan gigi gingsul memang harus diperhatikan. Terkadang kondisi-kondisi itu menyebabkan orang yang mengalaminya jadi tampil tidak cukup percaya diri.

Namun sebagian besar orang yang punya gigi gingsul tambah suka bersama dengan kondisi itu. Sebab mereka, terlebih perempuan, berpikiran gigi gingsul mempercantik wajahnya kala senyum. Lantas, apa yang memang menyebabkan terjadinya gigi gingsul?

Menurut dokter spesialis gigi, drg. Diono Susilo, MPH, gigi gingsul berlangsung dikarenakan aspek keturunan. Kondisi ini lebih sering berlangsung pada anak-anak yang punya orangtua bersama dengan ukuran tubuh tidak seimbang. Misal ayahnya bertubuh besar sedang ibunya bertubuh kecil, atau sebaliknya.

Pasien dan dokter gigi

“Bisa dibayangkan kala anaknya lahir ia punya rahang ibunya yang (ukuran) kecil. Tapi gigi yang tumbuh mengikuti gen berasal dari ayahnya yang ukurannya besar-besar. Hal itu menyebabkan tidak semua gigi mendapatkan tempat yang tepat untuk tumbuh,” tahu drg. Diono selagi ditemui Fbo303 di dalam sebuah acara, Jumat, 13 September 2019 di Jakarta.

Dirinya menambahkan, kondisi sama dapat juga berlangsung pada anak-anak yang tumbuh giginya jarang-jarang. Bisa jadi anak tersebut mewarisi ukuran rahang yang besar tapi gigi yang tumbuh ukurannya kecil. Beruntung kondisi-kondisi semacam ini dapat diatasi bersama dengan langkah jalankan pemasangan kawat gigi bila mereka yang memilikinya mulai tidak nyaman.

“Perlu diingat terkecuali gigi gingsul itu tidak berbahaya. Malah untuk sebagian orang, gigi gingsul diakui bikin cantik. Tapi terkecuali hingga mengganggu pengunyahan, baru perlu dilakukan tindakan,” tahu drg. Diono.

Sebelum jalankan tindakan pada gigi gingsul, drg. Diono menekankan tersedia dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama faedah pengunyahan makanan terganggu atau tidak. Akibat bahaya atau tidaknya dengan gigi gingsul harus diperhatikan.

Apabila tersedia gangguan, maka dilakukan perataan bersama dengan penggunaan kawat gigi. Nantinya gigi belakang akan dicabut supaya gigi gingsul dapat masuk sejajar bersama dengan gigi lainnya.

Hal ke-2 yang perlu diperhatikan adalah faedah estetik. Beberapa orang tersedia yang mulai gigi gingsulnya tambah menyebabkan penampilannya tidak cukup maksimal dan ukurannya tidak pas. Dikatakan drg. Diono hal itu dapat juga diperbaiki bersama dengan pemasangan kawat gigi.

“Kalau tidak terganggu bersama dengan faedah pengunyahan atau mulai bersama¬†bolapelangi dengan gigi gingsul tambah cantik, silakan dipertahankan. Tapi perlu diingat gigi gingsul itu bukan satu kelainan, tapi pencampuran gen pada orangtua,” pungkas drg. Diono.